Gerakan Menanam Nasional
Setahun yang lalu pemerintah menetapkan tanggal 28 November sebagai Hari Gerakan Menanam Nasional. Tentunya gerakan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada sekedar gerakan “seremoni” belaka, tapi menjadi sebuah gerakan yang berkelanjutan. Artinya, gerakan ini tidak hanya berhenti pada proses menanam saja, tapi juga berujung pada proses perawatan dan pemeliharaan sehingga apa yang kita tanam pada tahun 2007 tentunya masih bisa dinikmati pada tahun 2008.
Lalu, apa yang ingin kita konstibusikan dalam gerakan menanam nasional tahun 2008? Mulai dari yang kecil. Pertama, buat langkah personal dengan paling tidak kita bisa mulai dengan menanam satu pohon di pekarangan kita atau dimana kita tinggal (mis: kontrakan, tempat kos). Kedua, buat langkah bersama aksi penanaman pohon di komunitas kita misal komunitas RT, RW, dalam satu blok rumah atau komunitas se-kampus, se-angkatan atau se-jurusan/departemen.
Nah, gerakan menanam nasional akan berhasil jika, gerakan ini berbasis komunitas. Kenapa? Gerakan ini tidak hanya dikerjakan oleh pemerintah dan jajaran instansinya tetapi juga menjadi kedasaran bagi masyarakat untuk turut serta dalam menyukseskan gerakan ini.
Mari kita turut menyukseskan gerakan ini, dengan dimulai dari langkah kecil dengan menanam pohon, bunga, tanaman obat atau yang lain dipekarangan rumah kita. Dengan turut berkontribusi dalam gerakan ini tentu kita telah turut mengurangi terjaginya dan dampak global warming di Indonesia, sehigga bencana alam seperti longsor, banjir, musim yang tidak menentu, serta berbagai bencana yang disebabkan ulah manusia semakin terkurangi.
Mari tanam, mari jaga, mari rawat, mari pelihara dan mari syukuri hasilnya…

















Silahkan tuliskan komentar Anda, Terimakasih.