Selamat Atas Terpilihnya Staf FEMA sebagai Pimpinan jajaran Rektorat
Tiga staf pengajar Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB terpilih menjadi salah satu pejabat dilingkungan IPB. Ketiga dosen tersebut adalah Dr. Rimbawan sebagai Direktur Kemahasiswaan, Dr. Drajat Martianto sebagai Direktur Administrasi Pendidikan, dan Dr. Arif Satria sebagai Direktur Riset dan Kajian Startegis. Semoga dapat menjalankan amanah dengan baik dan menjadikan IPB lebih baik.
 
Google

DPM FEMA

Sejarah DPM

HIMAGIZI

Sejarah HIMAGIZI

HIMAIKO

Sejarah HIMAIKO

HIMASIERA

Sejarah HIMASIERA
Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) Ke-7 Tahun 2008
Thursday, 15 May 2008

PEMILIHAN PENELITI REMAJA INDONESIA KE-7 TAHUN 2008
"KONTRIBUSI REMAJA LEWAT IPTEK"

Kerjasama antara: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan PT AJB Bumiputera 1912

Lomba dibagi dalam tiga bidang:

  • Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan
  • Pengetahuan Alam
  • Pengetahuan Teknik

HADIAH
Uang Pembinaan, piala dan piagam penghargaan
Hadiah I : Rp 12.000.000
Hadiah II: Rp 10.000.000
Hadiah III:Rp 8.000.000

 
Beasiswa Karya Salemba Empat
Thursday, 08 May 2008

Karya Salemba Empat tengah mempersiapkan program beasiswa tahun ajaran 2008/2009. Selain empat universitas yang ikut serta pada tahun sebelumnya, yaitu UI, IPB, Unand dan ITS, tahun ini program beasiswa KSE juga akan melibatkan dua universitas lain, yaitu Universitas Padjadjaran dan Universitas Gadjah Mada.

Jumlah mahasiswa yang diberikan beasiswa pada tahun ajaran 2008/2009 sebanyak 358 mahasiswa dan dari jumlah tersebut 92 mahasiswa dari IPB. Untuk pendaftaran silahkan hubungi Direktorat Kemahasiswaan IPB.

KSE tetap konsisten menyediakan Beasiswa yang terbuka untuk semua mahasiswa strata 1 (S1) yang telah menempuh pendidikan minimal tahun ke-2 (semester 3) berupa tunjangan biaya selama 1 (satu) tahun ajaran (dua semester).

Pertimbangan utama dalam memilih mahasiswa penerima beasiswa adalah kemampuan ekonomi keluarga mahasiswa - beasiswa ini memang ditujukan utamanya untuk membantu mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Mahasiswa yang berminat memperoleh beasiswa harus melalui proses seleksi dokumen dan seleksi wawancara.

Persyaratan umum Beasiswa KSE kurang lebih sama dengan program beasiswa lain. Mahasiswa diminta mengirim surat lamaran, CV, copy kartu mahasiswa dan copy catatan hasil akademik 2 semester terakhir. Selain itu KSE juga membutuhkan data penghasilan orang tua/wali, copy rekening-rekening tagihan, copy kartu keluarga, surat keterangan tidak mampu dan surat referensi dari fakultas yang menyatakan mahasiswa ybs memang membutuhkan beasiswa dan tidak sedang menerima beasiswa dari lembaga/pihak lain.

Pengumuman resmi (publikasi) penerimaan pendaftaran beasiswa dijadwalkan selambatnya bulan Juni (dengan pertimbangan pengumuman sudah diberikan sebelum masa libur tahun ajaran) - tanggal pastinya akan ditentukan kemudian. Pengumuman akan dipampang di lingkungan fakultas masing-masing dan di website KSE. (Sumber: Yayasan Karya Salemba Empat )

 
Kisah Petani Muda
Wednesday, 16 April 2008
Inilah kisah petani muda. Merantau ke negeri orang, mengaku tak mendapat hasil. Kemudian pulang kampung ke desanya dan memilih jadi petani. Kata mereka menjadi petani bukanlah pilihan keterpaksaan. Tetapi, karena mereka melihat pertanian masih menguntungkan jika dikerjakan dengan baik dan rasional. Prinsipnya, jadi petani harus mandiri dan kreatif.

Yang Muda, yang Bertani
Oleh Ahmad Arif/Sri Hartati Samhadi/ Maria Hartiningsih
Empat tahun merantau di Pekanbaru dan Malaysia tanpa hasil, Widodo (30) akhirnya memilih pulang ke desanya di Garongan, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Widodo menjadi petani, pekerjaan yang tengah menjadi tren di desanya. ”Merantau hanya tambah umur. Tak ada hasil,” kata Widodo, tamatan sekolah teknik menengah di Kulon Progo ini.
Saat pulang kampung Widodo sempat mendapat tawaran bekerja di proyek pembangunan jalan di Banguntapan, Bantul. Upah yang ditawarkan satu bulan mencapai Rp 800.000 ditambah uang makan Rp 25.000 per hari. Namun, pekerjaan itu pun ditolaknya.
    ”Lebih untung menjadi petani di lahan pasir,” kata Widodo dengan bangga.
Dengan lahan garapan seluas 500 meter yang ditanami cabai, Widodo bisa memperoleh hasil 1-1,5 kuintal cabai sekali petik. Padahal, satu musim tanam selama lima bulan bisa 15-20 kali petik. Jika harga cabai Rp 7.000 per kilogram (kg), selama satu musim tanam Widodo bisa memperoleh sedikitnya Rp 10,5 juta.
Di sela-sela cabai Widodo biasa menanam sawi yang hasilnya Rp 2 juta-Rp 2,5 juta, cukup untuk membiayai ongkos produksi cabai dan sawi sekaligus.
Sutik Haryanto (26), sebelumnya juga merantau selama dua tahun di Riau, sebelum kemudian pulang ke Garongan menjadi petani lahan pasir. Lahan garapannya seluas 1.000 meter, cukup untuk membiayai istri dan satu anaknya.
”Lebih enak begini. Di kampung sendiri, dekat sama anak-istri. Hasil dari bertani juga cukup, bahkan lebih besar dibandingkan saat menjadi satpam di Riau,” kata Sutik, tamatan sekolah menengah atas (SMA) ini.
Tak hanya Widodo dan Sutik, ribuan pemuda sepanjang pesisir Kulon Progo yang semula merantau kini memilih pulang menjadi petani. Lahan pasir telah menyedot minat pemuda desa untuk kembali ke kehidupan petani.
”Dari 15-an ribu petani lahan pasir di Kulonprogo, 70 persennya pemuda,” kata Sukarman, Sekretaris Paguyuban Petani Lahan Pasir (PPLP) Kulon Progo.

 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 8 of 16

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini15
mod_vvisit_counterKemarin23
mod_vvisit_counterMinggu Ini79
mod_vvisit_counterBulan Ini276
mod_vvisit_counterTOTAL1174
Visitors Counter 1.0.2

Kalender Kegiatan

April 2008 May 2008 June 2008
Su Mo Tu We Th Fr Sa
Week 18 1 2 3
Week 19 4 5 6 7 8 9 10
Week 20 11 12 13 14 15 16 17
Week 21 18 19 20 21 22 23 24
Week 22 25 26 27 28 29 30 31

Syndicate

Pengunjung Online

Advertisement
Your Ad Here
Copyright 2008 Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ekologi Manusia IPB.